ASUS U20A-2P036: Setup Camera?

Selagi jalan-jalan ke tempat teman, eh tak taunya datang laptop ini: Asus U20A-2P036. Pandangan pertama, Asus…mahal. Yah setelah di tanya, sekitar 7 ke atas. Belum terinstal OS tetapi di bawakan Linux Ubuntu 8.10 Desktop Edition Live dan instal DVD. Tak lihat dan sedikit ku perhatikan, kipas processor terlalu dekat dengan memori. Ini yang agak tak kusukai. Lalu port modem tidak ada, dan yang punya kaget. Di lihat di brosur dan di tanya ke penjual ada modemnya. Tak yakinkan bahwa port modem kecil kayak port lan tapi lebih besar port lan. Sedangkan di tubuh Asus ini sendiri hanya ada port satu yaitu lan. Bentuk laptop bagus, mungil cocok dengan yang punya. Spek tertulis di tubuh laptop: Intel Core2 Solo SU3500, 12′ LCD, DVD Super Multi, WLAN 802.11n Atheros AR9285, 500 Gb HDD, Memori 4 Gb, LAN AR8131 ndis6.2, OS No, Warranty 24 months, Camera.

Lebih jelasnya baca di website resminya.

Dianya sebetulnya kepingin di install dan memakai OS XP tetapi setelah di-install OS XP gagal dan selalu di dapat BSOD akhirnya diputuskan untuk meminta tolong diinstallkan OS 7. Tak tanya kenapa dia gk bisa jawab. Akhirnya kutawarkan OS XP, kalo bisa bagaimana. Dianya masih bertanya + dan – jika Asusnya dipakaikan OS XP. Ku jawab, fine-fine aja. Akhirnya mau juga ke OS XP. Barang tak bawa pulang dengan membawa Linux bawaan, Charger, DVDDriver, DVD software Cyberlink.

Sampai kos, langsung ku charger dulu dan malamnya baru kukerjaan. Kesan pertama dari bios adaah hampir sama dengan laptop lainnya. Pada setup IDE terdapat pilihan enhanced dan compatible. Jadi sebenarnya mudah kan? Tapi kupilih enhanced AHCI. Dengan CD OS XP install made in OM BOBO, lancar dah gak masalah. Semua driver juga terinstall dengan lancar, hanya satu driver High Definition Audio tidak terinstall tetapi audio sudah ada. Gak masalah…

Setelah selesai semua, baru kucoba semua hardware yang ada. Oh ya….ni driver default OS 7 dan Vista. Untuk driver OS XP, OM BOBO memakai driver dari Asus EeePC 1005HA hanya yang tidak dipakai: software khusus untuk EeePC saja. Nih…serunya: Camera preview jadi terbalik!!!! Waduh gimana ni, di manual tidak ada, tombol fn + V juga tidak berfungsi? Di coba software lain, sama saja. Preview dibuat resolusi 1024×768, bisa tapi hanya beberapa detik…..Setelah hampir satu jam lebih bingung, ku coba clean install lagi (jam 3 pagi). Setalah selesai, langsung ku coba USB camera dari Explorer,…….terbalik lagi. Oh ya…untuk driver awal dari EeePC hanya tak update bukan tak instal. Akhirnya kepikiran tuk di install saja drivernya..dan….BERHASIL…..amin.

Jam 5 pagi, tidur dan bangun jam 11 (huahuahuahauahauahauha, mahkluk malam nih…). Da SMS dari yang punya: Mas, tolong di buat OS 7 saja dan sama Ubuntunya sekalian!!!!!!!!!!Tepar……Tapi, ya tantangan nih: OS 7 + Ubuntu, kapan lagi. Jawabku OK

HDD 500 Gb ku partisi awal 4, dengan C sebesar 60 Gb, D 135 Gb, E 130 Gb dan F sisanya. Dari Hirens, ku partisi dan resize D menjadi 130 Gb dan kubiarkan 35 Gb kosong unpartitioned sebagai tempat Ubuntu nantinya. Nah mulai ni OS 7, lancar sampai selesai tanpa masalah. Driver langsung masuk dari driver DVD bawaan dan CAMERA…..langsung bisa tidak terbalik. Karena langsung OK, langsung ku mainkan Ubuntu. Boot dari DVD Ubuntu dan pilih Install. Menu install, mudah, familiar, gampang dijalankan oleh siapa saja yang bisa berbahasa Inggris. Jika sulit, ada pilihan bahasa Indonesia.

Nah yang perlu dipertimbangkan hanya pada menu pilihan partisi. Disitu tertulis(kata-katanya lupa, maaf ya): automated full HDD, automated fee space, manual. Nah pilih saja manual. Setelah masuk menu berikutnya, buat partisi linux di free space yang ada, 35 Gb hasil partisi Hirens di awal. Buat satu partisi primer untuk linux (ku buat 30 Gb) dan swap (sisanya). Tinggal klik next dan tunggu sampai selesai. Untuk boot loader disesuaikan dengan kesenangan. Penulis memilih default. Setelah selesai, Ubuntu minta restart, turuti. Setelah restart, Grub menampilkan pilihan booting, untuk sementara langsung pilih linux Ubuntu dulu, selesaikan proses sampai selesai dan masuk desktop. Setelah masuk desktop, restart dan kembali ke OS 7 untuk melanjutkan pekerjaan sisa. OS 7 dari penulis merupakan copy ORI dan butuh di crack. Tetapi penulis tak menyarankan untuk di crack walaupun sebetulnya penulis menyukai crack.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s