Sekitar mitos kompie dan laptop

Kali ini Om Bobo mau memberi info terhadap kerusakan kompie milik teman Om Bobo: Mas Naskah dan Mas Omed. Keduanya mempunyai board Asus P5RD2VM dan Asus P5PEVM dengan masing-masing berprocessor Intel DC 3.00/1/800 dan 2.66/2/533. Untuk informasi teknologi dan sebagainya mengenai processor Intel dan board Asus bisa dibaca di sini dan di sini. Sebelumnya: untuk Mas Omed telah datang dengan kondisi jika dihidupkan hanya bertahan beberapa detik. Dan telah diketahui bahwa permasalahannya terletak pada 12 volt ke board yang jelek. Dan diamati bahwa processor pernah dibuka dan dalam kondisi permukaan sangat bersih. Dengan tidak ada kotoran pasta processor yang melekat.

Setelah diganti dengan power Om Bobo (2nd dan hanya ada itu satu-satunya), berhasil hidup dan tanpa masalah untuk beberapa minggu. Kesalahan Om Bobo saat barang dibawa pulang: tidak memberitahu bahwa processor cacat (kepanasan) dan ada kemungkinan board ikut-ikutan dikarenkan power yang jelek. Dan tidak merekomendasikan untuk diganti powernya…maklum saat itu sibuk dan banyak teman hingga sampai lupa…maaf ya Mas Omed…Datang untuk kedua kalinya dengan keluhan sama (hidup beberapa detik) setelah hidup (katanya) 3 hari 3 malam. Keren juga.. Sedangkan untuk milik Mas Naskah, murni dikarenakan power tidak memadai.

Spek Mas Omed: 512 DDR I, VGA OB, 80 Gb. Aplikasi: FM

Spek Mas Naskah: 512 DDR II, 80 Gb, GF6600. Aplikasi: pernah PES, NFS

Keduanya mengalami kejadian sama: kerusakan dikarenakan PSU. Sebagai referensi, silahkan baca di sini atau di sini.

Setelah dicobakan (indicator board kuning), gagal hidup semuanya. Processor Om Bobo cobakan ke P5KPLAM-SE dan DG31PR juga gagal!! Board keduanya dicobakan C2D 4400 dan Celeron 430, gagal!! Baik board keduanya tidak menandakan chip panas, hanya saja bagian bawah processor sangat panas. Kesimpulan Om Bobo untuk keduanya: processor dan board error/rusak. Akhirnya Om Bobo cuci kedua board itu dengan sabun cuci dengan terlebih dahulu bios (socket) dan baterei dilepas. Om Bobo tinggal saja di lantai dalam keadaan miring dikarenakan saat itu Om Bobo pulkam sekitar 1 bulanan. Proses pencucian ini, harapan Om Bobo, semua jalur menjadi terbuka bebas dari kotoran dan mengaktifkan kembali beberapa kapasitor yang rada error. Bahasa Om Bobo: meng-konslet-kan supaya muatan hilang. Benar apa tidaknya secara rasio Om Bobo belum menemukan referensinya. Hanya saja beberapa teman yang terbiasa service board dan televisi, perlakuan ini kadangkala di lakukan..

Sesampainya lagi di YK, langsung Om Bobo cobakan board yang telah dicuci dahulu. Hidup…Persis seperti board P3 GA-60XT-A Om Bobo dahulu kala. Tetapi hanya untuk P5RD2VM dan dengan processor C2D 4400 serta tetap mati dengan processor keduanya. Senang sekali rasanya…Langsung dipersiapkan segala keperluan untuk install. Proses berjalan dengan nyante dan OK…tetapi hang saat menit-menit terakhir…yah pertanda buruk ini…processorku atau….? Ternyata memang board tidak bertahan…

Nah sekedar saran untuk kita semua termasuk Om Bobo, coba renungkan beberapa hal berikut:

a)      Hindari pemahaman: beli baru langsung di reyen (dicoba 1 hari satu malam full atau lebih). Barang juga bisa panas dan panas ini juga bisa merusak walaupun tergantung pada suhu kamar. Kerusakan barang beli baru bisa dilihat saat proses installasi OS, kipas bergerak atau tidaknya dan power tidak bisa hidup,

b)      Sehabis di service, juga di reyen. Jika sebelumnya dalam keadaan OK dan di service hanya karena virus, hindari juga hal demikian. Semakin lama barang, semakin rentan terhadap kerusakan,

c)      Besar memori VGA mempercepat grafik. Mungkin ada benarnya. Kita beli baru dengan kapasitas memori 512 tetapi dengan teknologi dulu, lalu dicobakan main game dengan spesifikasi 512, belum tentu akan baik hasilnya. Malah akan merusak VGA itu. Faktor DDR, power supply, kondisi OS, jumlah RAM juga mempengaruhi nya, Coba baca di sini atau di sini

d)      PSU dengan daya watt besar akan semakin baik. Benar, tetapi harus diperhatikan kestabilan output dari PSU itu sendiri dank e arah mana kompie kita mau dibawa serta kestabilan listrik utama,

e)      Kerusakan terbesar dari USB karena langsung di cabut. Benar adanya jika proses pengkopian atau proses kerja berlangsung di USB. Hal ini akan merusak hardware dan software (FW) USB itu sendiri. Apa gunanya PnP?

f)        AMD lebih cepat dari Pentium. Untuk sementara dengan kondisi hardware sama, Om Bobo setuju. Tetapi tingkat kecepatan (performa) processor juga didukung oleh board yang bagus, memori, VGA dan PSU, untuk perbandingan, silahkan jug abaca di sini.

g)      Layar kelip, dianggap rusak. Kurang benar adanya. Pada beberapa game dan aplikasi, terjadi penyesuaian refresh rate, frame rate dari software terhadap monitor dan VGA. Untuk pastinya rusak atau tidak, bawa ke service terdekat atau service center terdekat (jika ada dan mau menerima barang non garansi)..

h)      Ada tambahan..?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s