Biostar NF61S Micro 754 Ver. 6.x: Mati Mendadak

Datang kali ini CPU milik Mas Iwan UNY. Spesifikasi yang dimiliki: AMD Sempron 2800+ soket 754, Biostar NF61S Micro 754, Memori PC3200 512Mb x2 (Visipro dan Apacer), 80 Gb Seagate, LG CDRom, Standar PSU.

Mas Iwan mengatakan bahwa komputer mati mendadak saat mau logon. Yups..mati mendadak (jantung attack..)…smile_teethsmile_teeth….

Pertama kali yang Om Bobo tahu adalah: bahwa saat pertama kali di hidupkan, terdengar beep pendek dan sering. Nah slot memori dan memori, Om Bobo bersihkan. Lalu pasang kembali dan dihidupkan. Lancar. Kompie booting normal, tidak ada gejala gagal power, gagal PSU.

Tetapi, saat mau logon, mati mendadak. PSU terputus langsung tanpa ada konfirmasi sedikitpun seperti BSOD atau beep. Wah, bongkar total nih…dan hidupkan di luar case…hasilnya: sama saja!

Om Bobo cobakan memori lainnya, juga sama saja kejadiaannya: mati langsung saat mau logon. Processor diganti pun sama saja. Pakai Hirens, dan pilih Mini Windows….kok sama ya? Om Bobo pikir hal ini dikarenakan permasalahan hardware board bisa USB, audio, VGA onboard, port, virus, HDD dan sebagainya. Lengkapnya silahkan baca di Microsoft Website atau salah satunya di Website ini.

Nah…Om Bobo coba pake HDD lain juga sama. HDD Om Bobo scan tidak menemukan virus. Memakai cek disk juga tidak menemukan adanya error/ bad sektor…Hanya hampir satu yang terlewatkan: beberapa kapasitor di dekat processor mengeluarkan buih kering!!! ini pun masih kemungkinan.

Coba Om Bobo update bios. Akhirnya bisa masuk windows dengan catatan: baterei bios dan jumper bios di lepas dengan harapan awal, board mau load safe bios. Setelah masuk dan unduh Bios NF61S Micro 754 ini, bios terupdate tanpa ada masalah. Langsung mulailah proses installasi.

NF61S

Install OS XP SP2 lancar tanpa masalah sampai desktop (bios default). Installasi Driver melalui proses update. Setelah selesai, restart. Hasilnya….? Mati lagi!!!! Clean install lagi dan melihat driver/ hardware apa saja yang membuat masalah. Setelah di amati, setelah sound terinstall, kompie mati langsung juga. Hal ini berlaku juga untuk LAN, USB. Tetapi jika dalam kondisi standar – habis install ulang dan belum diberi driver apapun juga – kompie ok-ok saja, hanya USB yang membuat masalah…(untuk USB, walaupun di bios disable, ketika flashdisk di colokkan, kompie mati juga)Jadi..? Ada kemungkinan kerusakan dari chipset di karenakan rusaknya beberapa komponen transistor sehingga windows gagal untuk load driver dan service saat logon….Silahkan baca mengenai Southbridge dan Northbridge untuk mengetahui pengaturan keduanya terhadap hardware dan kerusakan yang mungkin terjadi….Untuk saat ini: ganti mobo….maaf Mas Iwan..smile_confused

Compaq Presario V3700 series (V3717TU): log bios: #10008

Compaq seri V3000 ini datang dengan keluhan: setiap dihidupkan meminta untuk menekan tombol F1 dan ketika sampai windows error beep terdengar, tombol keyboard tak bisa dijalankan kecuali setelah tombol spasi di tekan.

3717

Kok bisa? ya bisa lah..dugaan pertama kali Om Bobo: keyboard error pada salah satu tombolnya. Bisa terputus jalurnya atau dikarenakan kotor.

Datang dengan OS Vista, driver dapat di ambil di Compaq Presario V3717.

Langkah pertama yang Om Bobo kerjakan adalah masuk bios dan me-load default bios. Tetapi ketika keluar, malah suara beep ada terus dan pendek-pendek (kayak memori yang error). Dikarenakan suara beep ini, memori Om Bobo ganti tetapi masih sama juga dan tidak ada konfirmasi error di monitor. Anehnya lagi, jika spasi di tekan, suara hilang dan mau loading ke desktop!

Langkah selanjutnya, Om Bobo bersihkan keyboard pada bagian spasi dan sedikit sekitarnya. Lalu dihidupkan lagi. Sama saja! Setelah googling, dikatakan bahwa ada kemungkinan HDD atau processor yang cacat. OK lah di coba keduanya. Hasilnya: sama saja……

Akhirnya Om Bobo perhatikan dengan seksama bagian perbagian Bios. Pada log, tertulis #10008 Fail…ini dia kuncinya….merunut google: #10008 mengacu pada kegagalan PS/2 / port serial 1 – 4. Kerusakan bisa disebabkan oleh boardnya sendiri atau keyboardnya. Om Bobo belum yakin apakah board atau keyboard sebab keyboard untuk coba belum ada….intinya: keyboard dulu dicobakan jika gagal baru board di ganti. Mau di coba update bios, si empunya menolak setelah dijelaskan dampak dari update bios (berhasil dan tidaknya) hehehe…

Nah untuk menghindari suara beep awal POST, Om Bobo masuk ke Hardware Profile dan memilih 0 detik pada Hardware Profile Selection serta mendisable Floppy boot dan Built in HDD pada boot pertama di bios….Ha ini dilakukan setelah berbagai macam software pengalihan tombol keyboard tidak berhasil….

Compaq CQ35-109TU: Installing OS XP

Milik Bu STY teman Mas Yudi kosku. Spesifikasi dapat di lihat CQ35-109TU atau CQ35-109TU. Spesifikasi di sini tidak menyertakan adanya modem internal. Setelah di amati Om Bobo, modem output memang tidak ada. Hanya LAN. Datang dengan permintaan instal OS XP dikarenakan software lingkungan kerja kompatibel hanya dengan OS XP. Sudah terinstal Win7 dengan 1 driver belum terinstal.

CQ35-109TU OK lah…proses installasi di mulai. Memakai OS XP SP2. Sebelumnya telah dipastikan bahwa data telah aman.

Proses installasi sendiri membutuhkan AHCI terslipstream atau memakai USB FDD. Installasi awal sampai akhir tidak ada masalah. Setelah selesai, driver satu persatu di instal. Om Bobo – sesuai kebiasaan – mulai dari Chipset, VGA, Sound dsb.

Nah sampai sound, kejadian persis di dapat kayak CQ40-538TU. Restart lalu sound tidak muncul lagi. Bios Update tersedia di Driver CQ35-109TU. Tetapi apakah yang punya mau? (Jika ada yang mau update biosnya: pastikan listrik TIDAK akan PADAM, cabut baterei). Setelah dipikir ulang, apakah urutan installasi driver salah? yups..opsi terakhir diulang. Instal ulang lagi dan setelah selesai, Om Bobo menjalankan urutan installasi driver sebagai berikut: VGA, IR, Bluetooth, Touchpad, CR, Ethernet, Chipset, Hotfix HDA, Sound, WLAN dan QLB. Oh ya..Driver XP CQ35-109TU yang mau driver OS XP-nya

Tetapi hasilnya masih sama saja. Malah lebih error…. restart, hilang dan dijalankan HF 888111xpsp2 dan MSUUA tidak timbul found new hardware. Ya dah, bisanya timbul, uninstall MS-UAA di System device, device manager. Dan akhirnya tetep memakai devcon.

Cara memakai devcon (jangan restart laptop dahulu setelah sound terinstal):

  1. Unduh Devcon
  2. Simpan devcon hasil 1 ke system32 folder
  3. Buka Device Manager dan arahkan ke system device. Cari MSUUA. Klik 2 kali MSUUA.
  4. Pada MSUUA, klik tab Details – dan pada drop down menu, pilih Hardware ID’s. Pada baris teratas (misal: kalimatnya kayak ini, PCI\VEN_8086&DEV_293E&SUBSYS_3607103C&REV_03), highligh dan copy ke notepad
  5. Pada notepad, pada baris dan kolom pertama, tulis “devcon.exe restart” tanpa tanda petik
  6. Sehingga terlihat kayak ini:

IDT

 

7. Simpan dengan nama sound.bat dan pada save as type pilih all files

8. Tempatkan file sound.bat ke: C:\Documents and Settings\All Users\Start Menu\Programs\Startup

9. Restart, dan silahkan menikmati mp3 kesukaan Anda….

HP Laserjet 6L: Paper Jam

Datang ke tempat Om Bobo bersamaan dengan CPU P3 Asus CUV4X dengan kerusakan PS2 Mouse. Printer Laserjet 6L ini, menurut yang punya, sekali pernah untuk ngeprint banyak dan tengah jalan beberapa kertas tertarik sekaligus dan tidak keluar semuanya.

LaserJet 6L

Printer langsung di hidupkan dan di cobakan pada OS XP. hal pertama yang tampak, kedua lampu (atas dan tengah menyala). Untuk mengetahui kesalahan, Om Bobo coba untuk print test. Hasilnya, paper jam.

Kejadian ini terjadi dikarenakan saat print, kertas masih setengah dan di tarik keluar dari arah depan. Untuk seri HP biasanya tinggal buka penutup belakang (seri D) dan tarik kertas ke arah belakang. Hal ini menimbulkan paper jam. Jika saat proses menarik terlalu keras, bisa menyebabkan kerusakan printer itu sendiri.

Langkah pertama yang Om Bobo lakukan adalah membuka penutup depan dan mengambil cartridge. Berhubung lubang masuk kertas kecil, kertas tidak bisa di ambil dari belakang. Pengunci roller dibuka (sebelah kiri cartridge) dan di tarik perlahan ke depan.

Lalu Om Bobo pasang kembali cartridge dengan benar (terdengar bunyi klik), pengunci roller dikembalikan dan penutup depan diyakinkan benar-benar tertutup. Bagian belakang (kertas masuk) diyakinkan bahwa tidak ada benda asing yang ada di dalamnya. Dan me-load beberapa kertas bersih (80 mg) untuk print test.

Hasilnya….smile_wink. Intinya: saat paper jam terjadi, jangan tarik kertas ke arah depan sebelum memastikan ada tidaknya pengunci, coba tekan tombol resume, matikan printer dan hidupkan kembali (biasanya langsung me-roller sendiri kertas yang masih sisa) dan tunggu beberapa menit/1 harian baru dihidupkan (sharing Mas Iwan UNY pada printer HP seri D).

Lebih jelasnya, silahkan baca HP Laser Jet Paper Jam.

Untuk CPU-nya sendiri, berdasarkan pengalaman Om Bobo, harus masuk SC. service pada jaman dahulu (5 tahunan yang lalu) berkisar 80-120rb di YK. Sedangkan menurut beberapa teman, cari transistor di sekitar port PS/2-nya yang error dan ganti dengan yang sama. Melihat perbandingan semuanya, Om Bobo hanya ngasih saran, beli USB Mouse/Keyboard atau ganti board P3 saja….

Toshiba A135 pSAD6U-01800D: Update Bios

Laptop ini tidak termasuk salah satu laptop yang di dukung oleh SC resmi Indonesia, tidak tahu mengapa. Datang di bawa oleh Mas Kiki UPN. Sampai tempat Om Bobo, dikatakan bahwa laptop ini mati total (tapi masih berpower). Pernah diservicekan dan didiagnosa board rusak/error.

A135 Spesifikasi dan drivernya ada Toshiba A135-S2326 Toshiba Amerika.

Setelah melihat sekelilingnya, agak ngeri juga, terdapat beberapa goresan dan lubang yang di buat (dari yang punya yang marah karena laptopnya rusak ataukah dari usaha service yang sulit mbongkar?)..

Sebelum proses bongkar, dihidupkan dulu Toshiba ini. Indikator prosessor, HDD dan CDROM tidak menyala/kelap-kelip dan tanpa suara beep sedikitpun serta tombol capslock pun tidak bisa. Pada layar monitor tidak ada respon video …yups.. langsung kepikiran untuk update bios. Dulu (Acer Aspire One, Compaq CQ40). (Tetapi bukan semuanya harus bios jika kejadiannya kayak itu)..smile_wink

Langsung Om Bobo bongkar. Terlihat bahwa baterei bios pernah di ganti, ada usaha destruktif di dalamnya. Tetapi yang membuat senang, kayaknya semua komponen masih OK. Masih dalam kondisi terbongkar, Om Bobo ganti processor, Memori bergantian dengan melepas modem, wifi. Hasilnya sama saja.

Ya dah..update bios. Tapi gimana? Untung setelah bergoogling ria, menemukan How to Reset Bios Toshiba – thanks.

Langsung Om Bobo unduh bios dari Toshiba Amerika dan diekstrak ke flash disk (makasih Mas Yudhi atas pinjeman USB ne). Sebelumnya, flashdisk di format memakai HP USB Disk Storage Format Tools 2.1.8 dengan memilih opsi Create A Dos Startup Disk, file system: fat32.

Langkah dan cara update bios ini, Om Bobo sesuaian dengan forum di atas (thanks again, dan silahkan baca selengkapnya untuk mengetahuinya …). Setelah menunggu beberapa proses yang ada (termasuk lampu flashdisk kelip-kelip – wuih seneng banget-) …. gak muncul-muncul tanda-tanda keberhasilannya. Waduh.

Di ulang lagi prosesnya, dan sama saja. Ya dah di tunggu sampai 10 menit-an mungkin. Sambil nunggu, Mafia War on Facebook on the play…Eeeeee lagi ngejob, dari belakang terdengar bunyi “tit” satu kali! Hohoho…Toshibanya hidup lagi…. So be sabar…

Compaq CQ40-717TU: driver WLAN bermasalah

     Nah kalo yang ini, CQ40-717TU datang ke tempat Om Bobo dalam kondisi baru. Sebelumnya Om Bobo dihubungi Mas Omed UII untuk menanyakan, mana yang sebaiknya diambil. Bingung juga…untuk harga pasti sesuai dengan barang…tidak mungkin lebih..ya dah Om Bobo sarankan ke arah HP510.

     Barang datang ke tempat Om Bobo sorean saat hujan lebat dan Om Bobo masih di tempat teman. Compaq ini baru dilihat setelah pulang dengan kondisi sudah masuk tas dan kardus hanya dibiarkan kehujanan di depan kamar Om Bobo….keren…Setelah dibenahi, dan dilihat ternyata yang CQ40-717TU. Ya sama juga. Seri baru dipasaran ….

     Setelah lihat bentuk dan sebagainya, hampir sama dengan HP510. Entah dengan drivernya. Driver terkopikan dari toko berisi lengkap kecuali Cyberlink You Cam. WLAN yang ada Broadcom.

     Langsung Om Bobo partisi dan install OS XP SP2. Semua driver masuk kecuali driver WLAN. Dan tidak bermasalah ketika dijalankan CCleaner. Datangnya duluan CQ40-324TU dengan masalah pada USB Modem IM2-nya.

     Dikarenakan driver terkopi Broadcom, Om Bobo mencoba semua driver BCM yang ada. Tetapi semuanya gagal termasuk driver WLAN Atheros dan Intel dicobakan semuanay. Om Bobo lihat di websitenya, disitu terdapat 3 driver: Intel, Atheros dan Broadcom (pada menu driver untuk Vista pada website Compaq). Setelah melihat besarnya file….Om Bobo mundur. Permasalahan ada di koneksi Om Bobo yang hanya memakai Smart modem chipset Qualcomm. Kalo sekitar 30an mb dan kondisi pagi apa sore..berani..ni malam je. Ya dah akhirnya googling, berharap ada yang menyediakan driver update-nya. Setelah beberapa saat mencari kepikir untuk ngintip sebenarnya chipset WLAN nya apa? Dilihat-lihat stiker garansi…AMAN..ya..dibongkar deh penutup WLAN nya yang terletak di samping HDD. Astaga…Atheros AR5B95. untuk Atheros itu sendiri, bias dilihat di sini.

     Pantesan…gagal terus..Akhirnya dicobakan dari driver WLAN Acer Aspire One. Otomatis update tidak memberikan hasil. Om Bobo buka file setup informasinya. Ada tuh AR5B95. Ya dah..akhirnya update manual dan berhasil. Tetapi dengan konfirmasi inkompatibitas hardware..gimana ini? Untuk lanjutnya mengenai inkompatibilitas hardware silahkan baca di sini. Lanjut…eee berhasil. Tetapi satu permasalahan utamanya. Lampu indicator pada tombol shortcut kuning, bukan biru. Berhasil tidak ya? Malam itu langsung cabut ke café terdekat untuk mencobanya. Lo lo..berhasil koneksi dan lancer. Apa indicator rusak? Apa diakrenakan inkompatibiltas hardware saja? Sesampai di kos, Om Bobo ambil inisiatif untuk install Vista. Mungkin diakrenakan ini juga. Lagi-lagi kejadian sama dialamai persis dengan XP. Hanya saja pada Vista, otomatis update mendeteksinya. Tetapi indicator tetap kuning bukan biru. Pada website Compaq tidak ada. Ya… dah..dingin, banyak kerjaan, lebih baik di bawa ke took minta driver selesai piker Om Bobo sekalian cek hardware (garansi)…

     Akhirnya, CQ40-717TU masuk toko lagi untuk minta driver dan dirawat inapkan untuk 1 harian. Setelah selesai dari toko dan indicator telah berubah biru(toko mengatakan bahwa indicator memang error), seperti sebelumnya, barang di clean install untuk memastikan bahwa driver yang diberi sudah benar…eeeee ternyata salah!!!! Driver tidak bekerja dengan semestinya dan indicator kembali kuning!!! Pada keadaan mumet, Om Bobo masuk lagi ke website Compaq bagian driver XP……eeeee sudah tersedia driver untuk XP nya!!! Hebat juga Compaq dalam urusan ini pikirku…unduh..unduh..dan unduh dan pasti bisa pikirku. Yups..unggu 30 menit lebih untuk mendapatkan harapan bisa terinstall ditemani Smart…Coba tebak…berhasil dan indicator ..BIRU!!!!!!….

     Om Bobo ambil kesimpulan sendiri akhirnya: untuk tipe tertentu, indicator bisa berubah warna dan juga tidak walaupun driver sudah sesuai (untuk error hardware, dikesampingkan dahulu), perlu adanya proses intip ke dalam laptop (untuk ini, harus sangat hati-hati) dan jangan memaksakan driver yang tidak sesuai…..tentunya sabar…makasih untuk Mas Omed dikarenakan sabarnya dengan OS XP….

Compaq CQ40-324TU: Sound hilang setelah CCleaner dijalankan pada SP3

     Sebetulnya datang ke tempat Om Bobo bukan dikarenakan permasalahan sound yang error setelah direstart. Laptop Compaq CQ40-324TU milik Dhika ini datang dikarenakan modem E220 tidak terdetek di laptopnya. Kadangkala saja terdetek di tempat lain. Untuk pertama kali datang dahulu melambat dikarenakan adanya beberapa virus.

     Langsung masuk aja, Compaq CQ40-324TU ini, dicobakan untuk mengkoneksikan modem E220 nya. USB terdetek, tetapi ketika mau dikoneksikan langsung hilang. Seperti kekurangan power USBnya. Beberapa kali dicoba gagal terus. Diputuskan Om Bobo untuk merestart laptop…eeeee BSOD jadinya. Dah di last known…, safe mode dan cara lainnya gagal. Ya dah install ulang clean aja. Nah masalah baru muncul, yaitu mengenai sound-nya ketika diinstall SP3.

     Penginstallan laptop ini memerlukan AHCI ter-slipstream atau memakai USB Floppy. Proses installasi drivernya (di sini) tidak memerlukan penanganan khusus. Tinggal install/update dari chipset sampai terakhir sesuai keinginan. Jika tertinggal satu driver High Definition Audio…..(dengan catatan: driver VGA diupdate), update saja dengan intel HDMI…

     Kebiasaan Om Bobo setelah semua selesai (termasuk software yang diperlukan), CCleaner dijalankan untuk memperbaiki dan menata registry serta membuang file sampah, baru kompie atau laptop direstart. Nah setelah selesai restart, ternyata suara menjadi hilang tetapi tidak ada permasalahan pada Device Manager atau lainnya. Bagaimana mungkin? Di cek volume tidak ter-mute, software, tombol shortcut keyboard sampai advance sound control di control panel..tetap tidak memberi hasil. Nah..sound driver Om Bobo uninstall lalu diinstall lagi..berhasil dan minta restart.

     Hasilnya…setelah restart..suara juga tidak muncul.

     Yo wis…install clean lagi pake SP3 dengan rencana dibiarkan seadanya. Setelah selesai semuanya, CCleaner beraksi lagi….dan terjadi lagi…huff…Mungkinkah HARUS SP2? Daripada masalah berkelanjutan…SP2 saja. Proses installasi SP2 sampai CCleaner, tidak bermasalah termasuk drivernya…Nah…..sekiranya ada yang tahu…?sampai saat ini, Om Bobo belum dapat jawaban je…hanya saja, lebih baik menghindari banyak masalah dengan SP3 yang Om Bobo punyai untuk diinstalkan ke laptop dengan tipe sound IDT milik Compaq CQ40-324TU ini…..

     Nah sekiranya bukan dari CCleaner yang membuat masalah. Hanya Om Bobo kurang hati-hati saja, tidak memperhatikan file apa saja yang diperlukan untuk kerja IDT baik di registry maupun bukan. CCleaner merupakan software baik dalam hal bersih-bersih sampah…

     Sebagai tambahan Modem Huewei E220 dimana usb kadang-kadang terdetek dan jika terdetek di koneksikan langsung hilang dalam Device Manager. Hal ini bukan dikarenakan USB laptop CQ40-324TU atau USB hardware manapun juga yang bermasalah, tetapi murni pada USB Modemnya. Berbagai cara seperti: memberi tambahan power (USB cabang), update driver saja tanpa software sampai ditinggikan letaknya juga memberikan hasil sama. Setelah beberapa hari kemudian jalan-jalan, di dapat info bahwa untuk tipe tertentu dari modem USB (tidak disebutkan ciri atau serinya oleh teman-teman), dalam beberapa bulan akan terjadi keadaan seperti itu (sekitar 3-4 teman Om Bobo juga mulai merasakan kejadian USB ini). USB muncul timbul. Pada keadaan ini, perlu dilakukan update FW-nya di service center terdekat….jika berani, bisa dicobakan sendiri dengan syarat: USB Modem harus terus terdetek, jauh dari virus, listrik padam….Nah..mungkin update ini dan infonya bisa membantu (di sini)…