Power on Password (POP), Harddisk Password (HDP), Supervisor Password (SVP)

Password atau bisa di baca di http://en.wikipedia.org/wiki/Password digunakan oleh pengguna untuk menjamin amannya data dan sistem dari pihak kedua yang tidak berkepentingan, terjaminnya privasi dan rasa aman. Produsen tidak sembarangan dalam memberikan fitur-fitur yang berhubungan dengan password, maksudnya bahwa produsen ingin memuaskan pelanggan bahwa semua yang berhubungan dengan privasi aman. Sehingga bisa diartikan bahwa password “tidak dengan mudahnya untuk ditembus” dengan cara-cara biasa. Tidak hanya dengan reinstall/clean install windows, password bisa hilang (POP, HDP, SVP). Password hanya bisa di buka oleh yang berkepentingan/pemilik barang. Tetapi bagaimana jika terjadi pemilik lupa password? Bagaimana bisa password terlupakan. Bagaimana nasib barang jika masih dalam masa garansi?

Terlupanya password tidak ter-recover oleh garansi yang ada. Di asumsikan bahwa password lupa merupakan kesalahan dari pemakai.

Barang: Laptop Lenovo G450 dengan masa garansi tersisa 4 bulan dan legal

Gejala: Laptop dihidupkan, langsung tampak Supervisor Password, masuk bios juga meminta SVP

Tindakan 1: Di bawa ke service senter (Toko H) di kota Om Bobo, dengan hasil Toko H bisa menghilangkan Password yang ada dan meminta biaya sekitar 250rb tanpa ada jaminan garansi. Terus terang, OB cancel….(dalam kurun 2 harian setelah barang di ambil, ada masalah dengan Toko H yang mau –menurut OB, mengakali konsumennya-). Kesalahan OB: tidak meng-ecek ada tidaknya HDP!

Tindakan 2: Masuk cara OB

Langkah yang dilakukan OB adalah dengan melakukan update bios dengan asumsi, bios lama terupdate dan kembali ke default factorynya dengan password ter-remove, sama jika kita melepas baterei cadangan. Caranya dengan masuk recovery console. Recovery Console bisa dilakukan dan legal.

1. Unduh bios terbaru dari IBM dan sesuaikan dengan model yang dipunyai.

2. File yang ada di ekstrak menggunakan ekstraktor dan nantinya didapat 12 file dengan salah satunya file BIOS.wph dengan besar file 2095 kb

3. Siapkan UFD dan format dengan HP Formatter yang telah di unduh. Format UFD dengan file sistem fat.

4. Nah masuk langkah ini, bisa dibagi menjadi dua bagian.

a. Jika laptop telah dibongkar dan baterei cadangan telah di jumper dan SVP level user bisa hilang, UFD di format fat berisi DOS dan dimasukkan file BIOS.wph dan versi flash bios yang ada (Phoenix/AMI/lainnya). Baru dilakukan flash bios sesuai dengan manual yang ada.

b. Jika setelah baterei cadangan di jumper dan SVP level user tidak hilang, lakukan langkah 5.

5. UFD yang telah diformat fat (supaya bisa booting di dos) dan berisi BIOS.wph di colokkan ke port USB dalam kondisi baterei dan catu power dicabut

6. Tekan tombol fn+b/w dan tahan

7. Pasang catu power dan nyalakan laptop. Pada saat ini, hanya kipas yang nyala, LCD gelap. Tunggu samapi timbul suara beep 1x dan sistem mulai membaca UFD (indikator UFD berkelip) baru lepaskan tombol fn+b/w

8. Pada kondisi ini, laptop masuk ke bios recovery mode. Lebih jelasnya mengenai bios recovery mode dapat dibaca di sini atau juga di sini.

9. Tunggu 10 menit sampai sistem booting dengan sendirinya. Pada tahap ini, bios telah ter-flash. Setelah berhasil, bios meminta default setting dan password akan terhapus. Cabut UFD. Konfigurasi bios dan restart.

10. Kegagalan terjadi pada tahap: format UFD, pemberian nama file bios, proses masuk recovery console, power management di bios (hapuslah file emm386 dan HIMEM.sys dari UFD untuk menjamin tidak terganggunya proses update bios). Ulangi lagi sampai berhasil.

Om Bobo melakukan bios recovery mode tanpa menyertakan HDD karena HDD juga terpassword dan bisa mengganggu proses bios recovery mode. HDD yang terpassword bisa dihilangkan tetapi tidak pada sistem yang sama. Cara menghilangkan HDD terpassword yaitu dengan memindahkan HDD ke sistem lain (biasanya desktop) dan dilakukan dengan tidak mudah. Karena password HDD tersimpan pada memori HDD bukan pada bios laptop. Sampai saat ini, laptop yang OB kerjakan, HDD tidak bisa dihilangkan passwordnya.

Semua resiko dari proses di atas ditanggung sendiri.

Nah menurut IBM:

IBM mempunyai tiga sistem password pada setiap laptonya yaitu: power-on password (POP), hard disk password (HDP), dan supervisor password (SVP). Jika salah satu darinya dibuat, permintaan password akan ada seketika laptop di hidupkan dan tidak akan melanjutkan proses booting kecuali password diisikan. Perkecualian: Jika hanya SVP yang dibuat, permintaan password tidak akan ada ketika booting masuk ke OS.

Menghilangkan POP

Untuk menghilangkan POP yang lupa dan SVP tidak ada dan atau diketahui oleh pemilik:

a. Matikan laptop

b. Cabut baterei laptop

c. Cabut baterei cadangan (bios baterei)

d. Hidupkan laptop, setelah POST selesai, password hilang

e. Pasang kembali baterei cadangan (bios baterei) dan baterai laptop

Untuk SVP yang benar-benar terlupa, dibawa ke SC terdekat.

Tidak ada cara untuk menghilangkan HDP, baik tingkat user atau master. SC mengganti HDD dengan pemilik mengganti biaya pergantian HDD. Data tidak ter-recover.

Sekali lagi, be legal dan semua tindakan yang OB lakukan benar-benar ditanggung sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s